Keluhan senada disampaikan Sutani (66), warga RT 6 RW 2 Dusun Guwo. Ia menyebutkan kendati sumur gali di rumahnya memiliki kedalaman lebih dari 15 meter, debit air tetap habis tersedot aktivitas sumur bor Irpom. Pembatasan jam operasional pompa yang sempat disepakati sebelumnya terbukti tidak memberikan dampak pemulihan air tanah.
“Suami saya sampai harus bolak-balik tujuh kali mengangkut galon hanya untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan usaha dagang. Pasokan air ini sangat vital,” papar Sutani.
Baca juga:Bau Busuk Limbah Ayam Buat Siswa SMPN 4 Jombang Mual dan Muntah, Pembelajaran Terpaksa Daring
Mewakili warga pemukiman di tiga RT terdampak, Sutani mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang serta dinas terkait segera turun tangan merelokasi atau mengevaluasi penempatan titik sumur bor Irpom. Warga berharap lokasi pompa pemukul air pertanian ditempatkan jauh di area tengah persawahan agar tidak berdampak pada ketersediaan air bersih pemukiman.



















