Kediri, SEJAHTERA.CO – Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah memberikan pengarahan pada Sosialisasi Antikorupsi ‘Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Pada Perangkat Daerah’, Kamis (7/12). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2023.
Sosialisasi Antikorupsi ini digelar selama dua hari mulai 7-8 Desember 2023 di Hotel Grand Surya Kota Kediri. Narasumber kegiatan ini yakni Arif Nur Cahyo dari KPK RI.
Pada kesempatan ini, Zanariah mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri terus memegang komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Mulai dari transparansi pengadaan barang dan jasa pemerintah hingga akuntabilitas pelaporan keuangan.
Komitmen tersebut membuahkan hasil karena Kota Kediri sudah 9 kali berturut-turut mendapatkan predikat WTP dari BPK. Dalam pelayanan kepada masyarakat, DPM PTSP Kota Kediri mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemenpan-RB.
Selain itu, Pj Wali Kota Kediri juga menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Inspektorat, per Desember ini Pemerintah Kota Kediri sudah menginput 95 persen dokumen capaian aksi pencegahan korupsi dalam monitoring centre for prevention (MCP).
Pada tahun 2022, Kota Kediri menempati peringkat 16 dari 38 kab/kota di Jawa Timur pada survei penilaian integritas dengan skor 77,10. Angka ini melebihi indeks nasional SPI sebesar 71,94.
Melihat capaian-capaian yang telah diraih Kota Kediri, Zanariah berpesan agar tidak berpuas diri dulu. Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai kurang.
Dalam sebuah survei optimisme oleh GNFI, pada November tahun ini generasi muda menempatkan korupsi, kolusi dan nepotisme sebagai permasalahan utama di Indonesia.



















