Kasus Penganiayaan di Nganjuk, Kasat Reskrim: Tidak Ada Kaitannya dengan Perguruan Silat

Kasus Penganiayaan di Nganjuk, Kasat Reskrim: Tidak Ada Kaitannya dengan Perguruan Silat
Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Julkifli Sinaga saat dikonfirmasi terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (muji/sejahtera.co)

Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Penyidik Polres Nganjuk akhirnya mengungkap tabir kematian MS (17) warga Kelurahan Kramat Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk meninggal dunia akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh 3 terduga pelaku.

Baca Juga :Pelamar CPNS di Lingkup Pemkab Kediri yang Tidak Lulus Seleksi Diberi Waktu Masa Sanggah

Dari penyidikan yang dilakukan, terungkaplah motif penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di belakang salah satu toko baju Jalan Barito Kelurahan Begadung Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 21 September 2024 sekitar pukul 17.30 WIB.

Read More

Kronologinya, berdasarkan keterangan 4 saksi, kejadian berawal saat 4 orang termasuk korban berkumpul di salah satu rumah terduga pelaku, dan berencana mengamen.

“Saat itu mereka berkumpul untuk main game disertai minum minuman keras. Waktu main game, si korban ini berteriak keras hingga mengganggu keluarga salah satu pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Jukifli Sinaga kepada wartawan, Senin (23/9/2024).

Baca Juga :Minim, Pendaftar KPPS di Kota Blitar, Enam Hari Baru 146 Orang, ini Penyebabnya

Selanjutnya, korban berinisiatif untuk mengamen di salah satu toko Jalan Barito Kelurahan Begadung Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk, dan disusul oleh ketiga terduga pelaku.

“Dikarenakan salah satu terduga pelaku masih tidak terima karena si korban berteriak hingga anak saudaranya terbangun, langsung mengajak korban ke belakang toko,” ujar AKP Julkifli Sinaga.

Di belakang toko inilah kejadian penganiayaan itu terjadi. Ketiga terduga pelaku ini setelah mengucap beberapa patah kata langsung memukuli korban.

Baca Juga :KPU Kota Blitar Tetapkan Dua Pasang Cawali, Segera Undi dan Bakal Deklarasi Damai

“Selanjutnya, setelah dikeroyok, oleh ketiga terduga pelaku, korban dibawa pulang. Karena luka cukup parah, korban akhirnya dilarikan ke RSD Nganjuk,” katanya.

Mendapat kabar jika ada saudara yang dirawat di RSD Nganjuk, salah satu keluarga korban melapor ke Polsek Nganjuk Kota. Maka, berangkatlah petugas Polsek Nganjuk Kota ke RSD Nganjuk.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *