Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Krisis air bersih di Kabupaten Trenggalek semakin parah. Tercatat ada sebanyak 52 desa di 12 kecamatan terdampak kekeringan. Jumlah itu berpotensi masih bertambah hingga pergantian musim penghujan.
Baca Juga :Petani Desa Brumbung Kepung Gemar Tanam Brambang Sayur Merah dan Putih, ini Sebabnya
“Meskipun hujan sempat mengguyur namun belum dapat menanggulangi kekeringan,” kata Pjs Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati.
Untuk menanggulangi itu, Pemkab Trenggalek berkolaborasi dengan instansi terkait lainnya terus mendistribusikan bantuan air bersih. Hingga saat ini tercatat lebih dari 600 kali pengiriman air bersih dengan tangki berkapasitas 5 ribu liter.
“Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan keseharian masyarakat yang mengalami kekeringan,” imbuhnya.



















