Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ratusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung tidak mampu memenuhi pagu penerimaan siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, empat sekolah tercatat tidak memperoleh murid baru sama sekali.
Baca juga:KPA Tulungagung Intensifkan Edukasi, 630 Remaja Tercatat Terinfeksi HIV/AIDS
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat 634 SD negeri dan swasta di Kabupaten Tulungagung.
Dari jumlah tersebut, empat sekolah tidak mendapatkan siswa baru selama pelaksanaan SPMB 2026. Keempat sekolah itu adalah SDN 1 Tenggong, Kecamatan Rejotangan, SDN 4 Besuki, SDN 5 Bungur, Kecamatan Karangrejo, serta SD Swasta Dlodo di Kecamatan Pucanglaban.
Selain itu, terdapat beberapa sekolah yang hanya menerima satu siswa baru, yakni SDN 3 Kalidawir, SDN 3 Babadan, SDN 2 Sembon, dan SDN 4 Punjul.
“SD yang hanya memperoleh dua murid baru mencapai 12 satuan pendidikan, sedangkan yang mendapatkan tiga murid baru berjumlah 29 sekolah,” ujar Rifka, Rabu (15/7/2026).
Secara keseluruhan, Disdik Tulungagung mencatat sebanyak 564 sekolah dasar atau sekitar 88,96 persen dari total SD yang ada tidak mampu memenuhi pagu penerimaan siswa baru.
Rata-rata pagu yang ditetapkan untuk setiap sekolah dasar mencapai 28 siswa baru. Namun, mayoritas sekolah tidak berhasil mencapai jumlah tersebut.
Meski demikian, Rifka menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal, termasuk di sekolah yang tidak memperoleh siswa baru. Pihaknya juga meminta seluruh sekolah terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar tetap menjadi pilihan masyarakat.



















