Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Mimpi Pemkab Ponorogo agar Reyog Ponorogo diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO akhirnya terwujud.
Baca Juga :Dua Keluarga di Trenggalek Transmigrasi ke Poso, Dapat Rumah Tipe 36 hingga Lahan 2 Hektare
Hal ini setelah UNESCO melakukan sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay terkait Reyog Ponorogo pada Selasa (3/12/2024) waktu setempat.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh. Apalagi persiapan untuk maju ke ICH UNESCO sudah dilakukan jauh jauh hari. Bahkan ia bersama warga menggelar doa bersama sebelum sidang penetapan WBTb itu dilaksanakan.
“Tentu kita sangat bersyukur, sejak awal proses pengajuan kita selalu mengawal. Meski kita tidak ikut ke Paraguay, tapi kita pasrahkan ke Kementrian Kebudayaan di sini kita menggelar doa bersama,” ungkap Sugiri, saat diwawancarai wartawan, Rabu (4/12/2024).
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi menjelaskan, perjuangan Reyog Ponorogo untuk diakui dunia melalui ICH tidaklah mudah.
Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri Apresiasi Kelompok Difabel di Pilkada 2024



















