Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Dua kepala keluarga di Kabupaten Trenggalek mengikuti program transmigrasi dengan penempatan Poso, Sulawesi Tengah. Di sana, mereka akan mendapatkan rumah ukuran 36 dan lahan seluas 2 hektare.
“Ada 2 KK (kepala keluarga) yang kita berangkatkan. Nanti di sana dapat tanah 2 hektare dan rumah tipe 36 untuk bisa dikelola. Saya doakan sukses,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Rabu (4/12/2024).
Mas Ipin sapaan akrabnya meyakini mereka dapat mengubah taraf hidupnya. Keyakinan itu berkaca dari banyaknya warga Bumi Menak Sopal sebutan lain Trenggalek yang terbilang sukses pasca-mengikuti program transmigrasi dari pemerintah pusat tersebut.
“Saya punya keyakinan karena hampir kalau saya ketemu orang di luar pulau itu kalau dengar warga Trenggalek yang di luar pulau itu rata-rata mereka sukses. Kemudian terkenal akhlaknya, adabnya baik. Kemudian punya jiwa kerja keras,” imbuhnya.
Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri Apresiasi Kelompok Difabel di Pilkada 2024
Harapan serupa diutarakan kepada kedua keluarga itu. Dengan keahlian yang dimiliki selama di Trenggalek, Mas Ipin yakin mereka dapat mengimplementasikan dengan baik. Ikhtiar itu juga menjadi bagian dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
“Ini juga dalam rangka perluasan untuk ketahanan pangan dan mendukung visi dari Presiden Pak Prabowo,” pungkasnya.
Sementara itu Jarwanto peserta transmigrasi asal Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Kediri mengaku mengikuti program transmigrasi untuk perbaikan taraf hidup.
Baca Juga :Mohamad Akhyak, Seniman asal Jombang, Menyulam Pasir Laut Menjadi Karya Seni
Semangat itulah yang membuat Jarwanto bertekad dan rela meninggalkan keluarga besarnya di wilayah Kabupaten Trenggalek.
“Tentunya saya ingin mengubah nasib keluarga, itulah yang menjadi semangat saya, istri dan kedua anak kami mengikuti program ini,” kata dia.
Bapak dua anak itu menyebut, nantinya dengan lahan yang diberikan akan digarap sebaik mungkin dengan bekal ilmu pertanian yang ia peroleh saat di Trenggalek.
Baca Juga :Satreskrim Polres Ponorogo Amankan ABH Pelaku Pencurian Sepeda Motor Asal Bandung
Ia-pun berencana juga akan memanfaatkan skill tukang yang dimiliki untuk menambah penghasilan.
“Nanti kita juga mencoba usaha kecil-kecilan. Karena kami juga mendapatkan pembekalan pelatihan selama seminggu di provinsi sebelum diberangkatkan. Pelatihan yang didapatkan berbasis potensi. Ada pelatihan bikin serbuk jahe, bikin nuget dan yang lainnya,” kata dia.



















