Blitar, SEJAHTERA.CO – Kenaikan harga eceran tertinggi atau HET LPG atau elpiji subsidi kemasan melon 3 kilogram menjadi atensi Polres Blitar. Korps Bhayangkara itu memastikan bakal turun lapangan untuk memantau pangkalan.
Kapolres Blitar AKBP Titus Yudho Uly mengaku sudah mendengar kabar jika LPG subsidi yang selama ini banyak diminati warga naik harganya. Kenaikan HET itu sebesar Rp2 ribu, dari semula Rp16 ribu kini Rp18 ribu.
“Perubahan ini harga LPG ini tentu menjadi atensi. Dan sebagai aparat, kami akan turun ke bawah. Kalau ada yang mengambil kesempatan atau menimbun, kami akan tindak,” kata Titus, Sabtu (18/1/2025).
Titus mengatakan, pasca-resmi naik pada Rabu (15/1/2025) lalu, pihaknya belum menerima laporan soal pengaduan. Sampai saat ini, masih tergolong kondusif. Meski begitu, pihaknya tak tutup mata. Polisi akan terus memelototi.
Karena LPG subsidi itu adalah program pemerintah yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu. “Harus sesuai peruntukan, karena elpiji ini adalah subsidi. Ada aturannya sendiri,” katanya.



















