Blitar, SEJAHTERA.CO – Rencana Pemkab Blitar untuk merevitalisasi sejumlah pasar tradisional sepertinya harus ditunda. Penyebabnya adalah terkendala efisiensi anggaran atau dana.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi. Dia mengakui agenda revitalisasi pasar tradisional yang tersebar di sejumlah kecamatan sementara belum bisa dilakukan.
Pertimbangannya karena keterbatasan anggaran. “Tahun lalu ada perencanaan revitalisasi dan bakal dilakukan tahun 2025. Tetapi karena dampak efisiensi belum bisa dilakukan, mudah-mudahan tahun depan direalisasikan,” katanya, Minggu (23/3/2025).
Dia mengatakan sebenarnya ada opsi sumber dana untuk pembangunan. Yakni mengandalkan dari APBD Kabupaten Blitar dan mengusulkan pembangunan ke pemerintah pusat.
Baca Juga :Jadi Rujukan Laga Klub Bola Nasional, Pemkot Blitar Berencana Naikkan Tarif Sewa
Hanya saja, untuk pemerintah pusat sampai saat ini belum ada tanda-tanda disetujui. Dua pasar yang sudah masuk agenda perbaikan adalah Pasar Srengat dan Pasar Lodoyo atau Sutojayan.
Dua pasar itu sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan sentuhan perbaikan total. Padahal, selama ini menjadi penopang ekonomi dan ramai pembeli.
“Usulan kami masih ditampung oleh pemerintah pusat dan memang belum ada respons,” jelasnya.
Yang paling mendesak untuk Pembangunan adalah Pasar Kesamben. Pasar ini terbakar pada 2022 lalu. Selama tiga tahun ini belum ada sentuhan revitalisasi sama sekali karena memang terkendala anggaran.
Dibutuhkan dana setidaknya Rp 80 miliar lebih membangun lagi. Pasalnya, dampak kebakaran pasar itu menjadikan kios yang selama ini menjadi mata pencarian ludes.



















