Pemuda Lamongan Tewas Tenggelam saat Berburu Burung di Rawa Manyar, Begini Kronologinya

Pemuda Lamongan Tewas Tenggelam saat Berburu Burung di Rawa Manyar, Begini Kronologinya
Polsek Babat dan petugas medis puskesmas melakukan pemeriksaan pada tubuh korban di rumah duka di Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. (istimewa)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Niat berburu burung di Rawa Manyar, Dusun Grogol, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, berujung tragis bagi Febri (26).

Pemuda setempat itu tewas tenggelam di Rawa Manyar pada Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Febri bersama tiga rekannya pergi ke rawa tersebut untuk berburu burung dengan menggunakan senapan angin milik temannya.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan, sekitar pukul 17.00 WIB, korban Febri bersama tiga rekannya, Adi Arianto, Sabil I’dam Fahrezi, dan M. Choirul Anwar alias Aan, pergi ke Rawa Manyar untuk menembak burung menggunakan senapan angin milik Adi Arianto.

Read More

Baca Juga :Kurangi Volume Sampah, Pemkab Blitar Mulai Terbitkan SE Penggunaan Kantong Plastik

“Setibanya di lokasi, mereka melihat ada sasaran seekor burung yang berada di tengah Rawa Manyar sekitar 50 meter dari tepi rawa,” jelasnya Ipda Hamzaid, Rabu (28/5/2025).

Melihat ada sasaran burung di tengah rawa, kemudian saksi Adi Arianto yang membawa senapan angin membidik burung tersebut dan menembak dan mengenai sasaran seekor burung.

Melihat bidikan mengenai sasaran seekor burung Ia kemudian meletakkan senapannya dan berenang bersama saksi Sabil I’dam Fahrezi untuk mengambil burung yang sudah tertembak.

Namun, sekitar dua meter sebelum mencapai burung, Adi Arianto dan Sabil I’dam Fahrezi kehabisan napas. Keduanya berusaha bertahan dengan menarik tanaman kangkung yang banyak tumbuh di rawa sebagai pelampung. Saat itu, mereka melihat Febri berenang ke arah mereka untuk membantu.

Baca Juga :Lolos ke Porprov 2025 Malang Raya Cabor Sepakbola Kota Kediri Targetkan Final

“Nahas, sebelum sampai di lokasi kedua temanya, korban juga kehabisan napas dan berteriak minta tolong. Lalu kedua temannya tersebut berusaha menolong korban, namun tidak berhasil, dan korban pun tenggelam,” bebernya.

Tak lama kemudian, lanjut Ipda Hamzaid, saksi M. Choirul Anwar alias Aan yang saat itu masih ditepian rawa datang membawa boks bekas kulkas untuk dijadikan pelampung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *