Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Terdapat puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Tulungagung sepanjang 2025. Dari puluhan unit tersebut, baru tiga SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung, Sebrina Mahardika, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 67 SPPG yang aktif, termasuk dua SPPG yang baru beroperasi di Desa/Kecamatan Ngunut dan di Jarakan.
Keberadaan SPPG di Tulungagung ditargetkan mencapai 100 unit sehingga masih diperlukan 43 SPPG baru. Meski begitu, BGN saat ini tetap memantau perkembangan SPPG yang sudah berjalan sambil mendorong pendirian unit baru.
“Penerima manfaat saat ini hanya siswa dan D3, tetapi kami berupaya menambah sasaran bagi pelajar putus sekolah. Kami upayakan sisa 43 SPPG itu bisa didirikan,” ujar Sebrina, Jumat (12/12/2025).
Sebrina menambahkan bahwa seluruh SPPG idealnya sudah memiliki SLHS agar kualitas makanan terjamin. Namun hingga kini baru tiga unit yang mengantongi sertifikat tersebut, yakni SPPG Sambirobyong, Bago, dan Kedungcangkring.



















