Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, dipastikan belum difungsikan pada tahun ini. Bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp8,7 miliar tersebut hingga kini masih sepi peminat sejak diresmikan.
Baca juga:Posko Pengaduan PKB Ponorogo Dibanjiri Keluhan Warga, Infrastruktur hingga Pendidikan
Padahal, lokasi RPH tergolong strategis karena berada tidak jauh dari Pasar Hewan Jetis. Fasilitas itu juga diklaim telah mengantongi sertifikat halal serta memenuhi standar nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi sebelum RPH benar-benar dioperasikan. Pemkab ingin memastikan penyebab fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami cek dulu apa yang perlu dibenahi. Kendala sebelumnya di mana, itu yang sedang kami dalami,” ujarnya.
Menurutnya, RPH tersebut juga belum akan digunakan pada momentum Iduladha tahun ini. Pemkab memilih menyalurkan hewan kurban langsung ke wilayah maupun organisasi yang membutuhkan.
“Karena lama tidak digunakan, aspek higienitas juga harus dipastikan. Jika belum bisa dalam waktu dekat, semoga tahun depan sudah dapat dimanfaatkan,” katanya.
Baca juga:Posko Pengaduan PKB Ponorogo Dibanjiri Keluhan Warga, Infrastruktur hingga Pendidikan
Lisdyarita berharap ke depan RPH tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemotongan hewan, tetapi juga menjadi pusat pengawasan kesehatan daging di Ponorogo. Dengan demikian, daging yang dihasilkan dapat dipastikan aman, sehat, dan halal untuk dikonsumsi masyarakat.
Selain itu, fasilitas serta tenaga pemotong hewan di RPH tersebut disebut telah tersertifikasi. Pemkab pun berupaya mendorong kesadaran masyarakat agar proses penyembelihan dilakukan di RPH resmi.
“Kami ingin masyarakat mulai memanfaatkan RPH untuk penyembelihan hewan,” pungkasnya.



















