Jombang, SEJAHTERA.CO – Aliansi mahasiswa di Kabupaten Jombang menuntut langkah konkret dari DPRD Jombang dalam merespons ketidakpastian ekonomi global yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi masyarakat daerah. Tuntutan tersebut disampaikan saat aksi di Gedung DPRD Kabupaten Jombang.
Baca juga:Konfercab HMI Jombang ke-31, Alumni Tekankan Arah Baru dan Nalar Kritis
Ketua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, mengatakan mahasiswa menyoroti berbagai persoalan ekonomi, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Menurutnya, DPRD Jombang perlu segera melakukan audit dan pemetaan terhadap berbagai kerentanan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Masalah global seperti pelemahan rupiah dan kenaikan BBM harus kita lihat dampaknya secara riil terhadap kondisi masyarakat di Jombang,” ujar Daffa saat dihubungi awak media, Sabtu (20/6/2026).
Daffa juga mempertanyakan efektivitas pengawalan berbagai isu yang selama ini telah disampaikan mahasiswa kepada DPRD. Ia meminta seluruh fraksi di DPRD hadir secara langsung untuk menjelaskan langkah dan sikap politik masing-masing terhadap persoalan yang disuarakan.
“Selama beberapa kali aksi, isu-isu nasional selalu disepakati bersama DPRD. Namun kami tidak mengetahui bagaimana tindak lanjutnya. Karena itu kami meminta seluruh fraksi hadir, sebab masing-masing tentu memiliki pandangan yang berbeda,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Syahrul Rozi Akbar, menilai jawaban yang diberikan para legislator selama ini belum memberikan kepastian maupun solusi konkret bagi sektor-sektor rentan.



















