Lamongan, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 208 lanjut usia (lansia) peserta Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Kabupaten Lamongan resmi diwisuda setelah mengikuti proses pembelajaran selama enam bulan dengan total 12 kali pertemuan.
Prosesi wisuda berlangsung di Pendopo Lokatantra dan dilakukan secara langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kamis (27/8/2026).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, keberadaan SELANTANG merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendorong masyarakat lanjut usia agar tetap menjadi pribadi yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan berdaya.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi lansia untuk terus belajar, tetapi juga menjadi sarana menambah pengalaman serta pengetahuan agar mereka tetap dapat berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengungkapkan, berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 12 persen penduduk Indonesia saat ini merupakan kelompok usia lanjut.
Karena itu, keberadaan SELANTANG dinilai penting untuk mempersiapkan lansia agar tetap produktif sekaligus mampu menjadi teladan, pencerah, dan petunjuk arah, setidaknya bagi keluarga masing-masing.
“Saya yakin yang berangkat ini juga ada beberapa yang merupakan tokoh – tokoh masyarakat . Bekal yang panjenengan sudah dapatkan di sekolah ini agar kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan terus diaplikasikan ,” pesan Pak Yes dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap seluruh rangkaian pembelajaran SELANTANG Lamongan hingga para peserta dapat menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda.



















