“Atas nama Perwakilan BKKBN, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya seluruh rangkaian proses pembelajaran di SELANTANG, hingga akhirnya mengantarkan sesepuh kita ke jenjang wisuda pada hari ini,” ujar Shodiqin.
Ia juga mengapresiasi semangat belajar, kedisiplinan, serta antusiasme para peserta dalam mengikuti pembelajaran, khususnya dalam mendalami tujuh dimensi lansia tangguh.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan, dr. Aini Mas’idha, melaporkan bahwa wisuda SELANTANG kali ini diikuti perwakilan dari tujuh kecamatan dan delapan desa dengan total 208 peserta yang dinyatakan lulus.
Rinciannya, SELANTANG Bugenvil Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, sebanyak 20 peserta. Kemudian SELANTANG Nusa Indah Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, 28 peserta; SELANTANG Tentrem Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring, 21 peserta; serta SELANTANG Melati Desa Mantup, Kecamatan Mantup, sebanyak 25 peserta.
Baca Juga :Cegah Korupsi, Pemkab Kediri Ajak Masyarakat Tolak Gratifikasi
Selanjutnya, Kecamatan Sukodadi memiliki dua kelompok, yakni SELANTANG Bugenvil Desa Bandungsari dengan 34 peserta dan SELANTANG Sedap Malam Desa Balongtawun sebanyak 21 peserta.
Sedangkan SELANTANG Nangka Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, diikuti 39 peserta. Terakhir, SELANTANG Sakura Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, sebanyak 20 peserta.
“Sehingga hingga tahun 2026 terdapat 33 kelas SELANTANG dan 13 kelas telah diwisuda dengan total 395 peserta lansia, sementara 20 kelas SELANTANG masih dalam proses pembelajaran,” terang Aini.



















