Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Jutaan batang rokok ilegal dari berbagai merek diamankan dan dimusnahkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung Selasa (5/9). Akibat peredaran rokok ilegal tersebut, pemerintah mengalami kerugian sampai miliaran rupiah.
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, diamankannya rokok ilegal di Kabupaten Tulungagung ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Satpol PP Tulungagung dan Kantor Bea Cukai Blitar. Ada sebanyak 1.177.930 batang rokok ilegal yang berhasil diamankan petugas.
Adanya peredaran rokok ilegal tersebut tentunya berimbas pada negara yang terpaksa harus merugi lantaran peredaran rokok tersebut tidak membayar pajak cukai rokok.
Padahal, pajak tersebut sebenarnya nanti akan kembali kepada masyarakat untuk nantinya digunakan dalam hal pembangunan infrastruktur maupun aktivitas pembangunan lainnya.
“Maka dari itu perlu dilakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dengan cara diamankan dan dimusnahkan, agar peredarannya semakin minim,” kata Maryoto Birowo, Selasa (5/9).
Jutaan batang rokok ilegal itu, ungkap Maryoto, sudah berstatus menjadi Barang Milik Negara (BMS), sehingga selanjutnya dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar sebagai wujud pemberantasan peredaran rokok ilegal di Tulungagung. Selain pemusnahan, pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal.
Terdapat beberapa ciri-ciri rokok ilegal di antaranya pita cukai rokok palsu, pita cukai rusak, pita cukai berbeda maupun rokok tanpa dilengkapi pita cukai (rokok polos). Sedangkan untuk wilayah rawan peredaran rokok ilegal sendiri sebenarnya menyeluruh, tetapi yang paling rawan justru berada di wilayah pinggiran Kabupaten Tulungagung.
Menurut Maryoto, wilayah pinggiran tersebut secara ekonomi berbeda dengan masyarakat yang ada di wilayah perkotaan, sehingga kerap menjadi sasaran peredaran rokok ilegal. Maka dari itu, pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini, produsen rokok tidak lagi berani berbuat curang dengan menjual rokok tanpa dilengkapi dengan pita cukai.



















