Melestarikan Tradisi Warisan Nenek Moyang, Warga Desa Jajar Trenggalek Gelar Kesenian Tiban Minta Hujan

Melestarikan Tradisi Warisan Nenek Moyang, Warga Desa Jajar Trenggalek Gelar Kesenian Tiban Minta Hujan

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Warga Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek menggelar kesenian tradisional tiban.

Kesenian Tiban, selain melestarikan tradisi warisan nenek moyang, kegiatan itu dilakukan sebagai ritual permohonan minta hujan yang dipercaya masyarakat dahulu secara turun-temurun.

“Kesenian tiban ini sengaja digelar oleh warga dengan tujuan meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diturunkan hujan,” kata Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto Edy.

Read More

Kesenian Tiban merupakan tradisi masyarakat Blitar, Kediri, Tulungagung hingga Trenggalek pada masa lampau yang terus dilestarikan secara turun-temurun.

Konon, tradisi kesenian tiban merupakan pertarungan menggunakan pecut ini sebagai salah satu mediasi atau ritual permohonan meminta hujan. Kegiatan semacam itu ditengarai juga ada di daerah lain, namun dengan nama yang berbeda.

“Tradisi tiban ini terus eksis hingga sekarang,” imbuhnya.

Selain untuk meminta hujan, kesenian tiban yang digelar masyarakat Trenggalek itu sekaligus untuk menjaga kesenian dan kebudayaan warisan nenek moyang agar tidak punah oleh perkembangan zaman.

Kesenian Tiban itu disebut sebagai salah satu daya tarik yang dapat menjadi wisata kebudayaan di Bumi Menak Sopal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *