“Untuk prosentase utuhnya kami belum tahu secara pasti. Tapi secara sampling sudah dilakukan pemeriksaan. Hasilnya remaja penderita anemia di Kota Batu tidak terlalu tinggi,” bebernya.
Dalam launching tersebut, diikuti 400 remaja Kota Batu. Berasal dari seluruh perwakilan SMP/MTS, SMA/MA dan SMK di seluruh Kota Batu. Saat launching, juga ada aksi minum tablet FE bersama, pemeriksaan anemia dan layanan kependudukan untuk remaja.
“Setelah ini akan dilanjutkan roadshow ke sekolah. Untuk menjamin kegiatan yang telah dilaunching ini dilakukan. Sebagai upaya pembudidayaan perilaku hidup sehat,” imbuh Kartika.
Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menyampaikan, melalui kampanye Aksi Bergiziku yang melibatkan lintas sektor ini, diharapkan dapat memotivasi sekolah.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan Aksi Bergiziku secara rutin. Sebagai upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia, yang banyak diderita remaja putri.
“Aksi Bergiziku yang diselenggarakan ini, merupakan upaya konkret Pemkot Batu dalam menjaga kesehatan gizi generasi muda, aset berharga bangsa ini. Kesehatan dan gizi yang baik, adalah kunci bagi perkembangan optimal siswa-siswi,” tutur Pj Aries.
Melalui Aksi Bergiziku, juga merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menciptakan Kota Batu yang sehat dan bermartabat. Bersatu memberikan pemahaman, edukasi dan dukungan yang dibutuhkan anak-anak Kota Batu. Sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Aksi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat. Kita harus ikut peduli dan mendukung, sebagai upaya memastikan anak-anak di Kota Batu mendapatkan nutrisi berkualitas dan cukup,” tutupnya.
reporter : Arief Juli Prabowo



















