Di hadapan dewan para pedagang pun menumpahkan uneg-unegnya. Bahkan melebar. Bukan hanya soal rombong jualan tetapi wadul soal kebersihan lokasi dan penerangan. Di dewan pedagang ditemui sejumlah dewan. Di antaranya Ketua Komisi 2 DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo, ada pula Yudi Meira, Hardita Magdi dan Purwanto.
“Pedagang minta secepatnya direalisasikan. Jika bantuan rombong jualan sudah ada, minta kualitasnya diperhatikan. Jangan sampai yang dulu, Rp 9 juta kurang sreg kualitasnya,” katanya.
Sementara itu Ketua Komisi 2 DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo keluhan soal rombong jualan sudah ditampung jauh-jauh hari. Bahkan saat ini tinggal direalisasikan.
“Sudah ada anggarannya, tinggal realisasi. Saat ini anggarannya masih persetujuan gubernur,” kata Yohan. Pihaknya meminta pedagang bersabar dulu.
“Yang penting sabar dulu. Sudah dianggarkan dan tinggal realisasi di perubahan anggaran,” katanya.
Usai mendapat kejelasan, para pedagang membubarkan diri. Massa siap turun lagi jika janji bantuan rombong tak ada realisasi. (Ziz)



















