Jombang, SEJAHTERA.CO – Khutbah Iftitah, Rais Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati bagi seluruh pengurus NU untuk senantiasa menjaga muruah ilmu dan mewaspadai godaan pragmatisme duniawi di Pembukaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Kamis (27/8/2026), berlangsung penuh khidmat kemarin.
Kiai Miftah mengungkapkan rasa syukur atas tiga kebahagiaan besar yang menyertai perhelatan ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, perayaan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, dan dimulainya Muktamar ke-35 di Tambakberas.
“Pada hari ini ada tiga kegembiraan: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, perayaan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, dan dimulainya Muktamar ke-35 di Tambakberas,” ungkap Rais Aam PBNU, Kiai Miftahul Akhyar.
Memasuki inti khutbah, Kiai Miftah mengutip pandangan sahabat Ibnu Mas’ud mengenai pentingnya ulama menjaga martabat keilmuan dan menempatkannya pada orang yang berhak.
Ia mengingatkan dengan tegas agar ilmu tidak dikorbankan demi mengejar kepentingan duniawi semata, karena hal itu justru akan membuat pemilik ilmu menjadi hina.
“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai satu-satunya tujuan, Allah pasti mencukupkan urusan dunianya. Namun, siapa yang ambisinya bercabang-cabang mengejar dunia, Allah tidak peduli di lembah mana ia akan binasa,” jelasnya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.



















