Jombang, SEJAHTERA.CO – Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD menyatakan tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam isu mundurnya Menteri Agama Nasaruddin Umar dari jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri agenda Majelis Halaqah Nasional yang digelar MP3I Pusat di Aula KH M Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Rabu (26/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB kemarin ini, mengusung tema “Pesantren dan Masa Depan” ini menghadirkan sejumlah tokoh pembicara, di antaranya Mahfud MD, Ahmad Baso, dan KH Abdul Ghofar Rozin.
Usai kegiatan, mantan Menko Polhukam itu menyampaikan pandangannya mengenai pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama yang tengah berlangsung di Jombang.
Menurut Mahfud, Muktamar seharusnya tidak sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi sarana untuk membawa organisasi menjadi lebih maju.
“Muktamar itu alat untuk menjadi lebih maju. Oleh sebab itu, menghasilkan hasil yang baik,” ucap Mahfud dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (27/8/2026).
Ia menilai NU memiliki posisi penting dalam kehidupan kebangsaan. Organisasi yang lahir dari kalangan pesantren itu disebutnya sebagai salah satu pilar kekuatan bangsa Indonesia.
“NU ini salah satu pilar dari kekuatan bangsa kita. Pilar yang sangat kuat,” imbuhnya.



















