Penyaluran diawasi karena pupuk yang disalurkan ke petani adalah subsidi. “Ini penting jangan sampai juga salah sasaran. Karena pupuk ini adalah pupuk subsidi,” katanya.
Di antara kios yang menjadi sasaran sidak yakni kios di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan dan kios di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul. Ketika petugas tiba di lokasi, langsung bertanya soal stok untuk beberapa minggu kedepan. Apakah mencukupi. Pasalnya tak lama lagi tiba musim tanam. Di antara pupuk yang menjadi fokus sidak pupuk jenis Urea dan Phonska. Dua pupuk itu merupakan favorit dan buruan petani.
“Stoknya aman. Ada yang masih 4 sak ada pula tiga sak. Nanti distributor juga bakal kirim lagi,” katanya.
Dia menambahkan berbeda dengan pupuk non subsidi, pupuk subsidi lebih ketat. Pasalnya petani yang membeli harus melampirkan identitas. Selain itu juga tercatat pada kelompok tani. Biasanya pp kelompok tani sudah memiliki data. Data itu disesuaikan dengan rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK. RDKK inilah yang menjadi acuan. “Pupuk yang kami pantau distribusi pupuk subsidi,” pungkasnya. (ziz)



















