Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Imbas pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tol Kediri – Tulungagung membuat puluhan hektare lahan sawah produktif di Tulungagung yang terdampak. Namun untuk mencari lahan pengganti dengan kondisi sepadan tampaknya sulit dilakukan di Tulungagung.
Kabid Sarana, Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung, Edi Purwo Santoso mengatakan, sebagai contoh lahan persawahan di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung yang terdampak pembangunan tol tergolong lahan produktif.
Pasalnya, pada lahan sawah tersebut memiliki Indeks Pertanaman (IP) 300 yang mana memiliki ciri-ciri masa tanam tiga kali dalam setahun. Selain itu, lahan dengan IP 300 memiliki tingkat produktivitas yang mencapai 7 ton perhektar.
“Jadi tidak semua lahan pertanian di Tulungagung memiliki ciri-ciri semacam itu. Kira-kira hanya ada 16 ribu hektare yang tingkat produktivitas tinggi seperti itu,” kata Edi Purwo Santoso, Selasa (7/11/2023).
Berdasarkan data miliknya, ungkap Edy, total ada sebanyak 21 hektare lahan pertanian di Tulungagung yang menjadi korban pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung. Pihaknya tentu meminta agar pemrakarsa proyek mengganti dengan kualitas lahan yang sama.
Hal itu menyangkut keberlangsungan produktivitas pada sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung. Namun, opsi pengganti dengan kualitas yang sama akan sangat sulit dicari.



















