“Kalau warga yang sawahnya terdampak dan ingin mencari lahan untuk tukar guling dengan kualitas sama, mungkin bisa mencari lahan yang sudah kita cadangkan dalam cadangan pertanian pangan berkelanjutan (LPC2B), itupun totalnya mungkin hanya 1.000 hektare,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Panggungrejo, Linarah, mengaku kebingungan untuk mencari lahan pengganti untuk sawahnya yang terdampak pembangunan tol. Terlebih lagi, harga yang ditetapkan oleh pihak appraisal juga terlalu rendah.
Menurut Linarah, lahan sawah miliknya yang terdampak pembangunan Tol Kediri – Tulungagung seluas 12 ru atau sekitar 168 meter persegi. Sementara uang ganti rugi yang didapat belum tentu bisa membeli lahan dengan luasan yang sama, sehingga dalam hal ini pihaknya tergolong merugi.
“Untuk cari lahan sawah di perkotaan saat ini sudah sulit, kalaupun ada lahan pengganti, itupun lokasinya jauh dan tidak diperkotaan, apalagi nilai ganti ruginya juga di bawah standar,” kata Linarah.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















