Menurut Sukadi, yang perlu diverifikasi adalah runaway sepanjang 3,3 kilometer dan runaway ini berbeda dengan runaway bandara lainya yang hanya 3 kilometer.
“Harus teliti dalam verifikasi. Jika salah sedikit tentu akan fatal. Adapun yang diverifikasi diantaranya administrasi, Air Traffic Controler (ATC) terminal parkir pesawat, loket, ruang tunggu, lokasi parkir penumpang, karyawan, cargo, pemadam kebakaran, taksi, bus khusus dan akses layanan di dalam bandara,” jelasnya.
Ditambahkan Sukadi, untuk verifikasi administrasi dilakukan di Yogyakarta. Sedangkan verifikasi fisik untuk kelayakan bandara langsung dilakukan di Kediri.
Verifikasi administrasi, kata dia, merupakan bentuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk kelengkapan dokumen,pembiayaan, sumber daya manusia dan administrasi kelengkapan lainya yang mendukung kelancaran bandara. (bak)



















