Zanariah mengatakan, upaya preventif perlu terus dilakukan salah satunya melalui literasi, edukasi, pemahaman mengenai layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan. Serta kemampuan pada masyarakat di berbagai kesempatan.
Sejauh ini Pemkot Kediri bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) telah menyelenggarakan Kediri Financial Festival, sebagai wadah edukasi masyarakat dan business matching UMKM.
Selain itu, Pemkot Kediri juga memiliki produk Kredit Usaha Melayani Warga (KURNIA) dengan bunga hanya 2 persen per tahun. Hal itu bisa menjadi opsi bagi para pelaku usaha yang butuh mengembangkan bisnisnya.
“Saya berharap masyarakat Kota Kediri bisa semakin bijak dalam menerima informasi, mengakses pinjaman, dan berinvestasi. Semoga Kemenko Perekonomian dan Pemkot Kediri dapat terus bersinergi salah satunya melalui program edukasi keuangan inklusif di Kota Kediri,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota Kediri juga meninjau stand UMKM yang dipamerkan. Ada pula penyerahan bantuan bagi pelaku UMKM.
Turut hadir, Ketua Dekopinda Kota Kediri Firdaus, Ketua Pusat Koperasi Wanita Kota Kediri Andayani Nurhidayat, Rektor Universitas Kadiri Djoko Rahardjo, dan tamu undangan lainnya.
Editor: Dhita Septiadarma



















