Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lewat Dapur Cegah dan Atasi Stunting (Dapur Cinta) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Optimalisasi PMT itu dilakukan untuk menekan angka stunting di Bumi Menak Sopal sehingga melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
“Untuk itu kita cek tadi, Dapur Cinta ini sudah siap belum disetiap desa. Kalau sudah ada, siapa yang melaksanakan. Terus sasarannya setiap hari siapa yang mengantar, berapa kali dan lain sebagainya,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dalam kegiatan Mening Deh di Desa Surenlor Kecamatan Bendungan.
Pemberian makanan tambahan (PMT) melalaui Dapur Cinta ini dirasa sangat efektif menekan angka stunting di Kabupaten Trenggalek. Bahkan Dapur Cinta tidak hanya menyasar upaya menekan angka stunting saja, Bupati Trenggalek mencoba memperluas cakupannya dengan menyasar ibu hamil berisiko tinggi dan juga Lanjut Usia (Lansia).
“Program sudah kita launching, kita pingin program ini betul-betul jalan. Karena kita punya komitmen kepada ibu hamil, khususnya ibu hamil kurang energi kronis. Kemudian bayi dibawah 2 tahun yang masih masuk kategori stunting, intervensi gizinya kita laksanakan,” imbuhnya.



















