Untuk mengintervensi gizi itu, optimalisasi PMT dilakukan pemerintah daerah setempat. Tak hanya melalui kegiatan Dapur Cinta, melainkan juga melakukan kegiatan PMT lainnya. Seperti misalnya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dalam kegiatan itu, pihaknya membagikan 40 paket untuk 40 balita stunting yang asa di tiga desa di Kecamatan Bendungan, meliputi Desa Surenlor, Sumurup dan Masaran.
Masing-masing paket berisi Ikan lele segar 2 kg, ikan asap 3 sapit, abon ikan 3 botol, bakso ikan 3 pack, nuget ikan 3 pack dan kerupuk kalsium 4 pouch. Langkah itu, kata Mas Ipin, sebagai upaya bersama untuk menurunkan angka stunting dengan menurunkan di kantong stunting melalui data puskesmas setempat. Harapannya Trenggalek zero stunting sehingga meningkatkan pertumbuhan positif indeks pembangunan manusia.
“Goalnya kita pingin nya mengatasi kemiskinan ekstrem bisa 0 persen. Terus juga prevalensi stunting turun di bawah 14% sesuai target nasional. Tapi kalau di sini tadi jumlahnya sudah 11 %. Bahkan beberapa desa kemarin ada yang sudah 6%. Saya keliling rata-rata semua sudah dibawah 14%. Semoga nanti angka komulatifnya ketemunya di bawah 14%,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :


















