Tulungagung, SEJAHTERA.CO – RBT (21), perempuan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri diduga sengaja bunuh diri. Korban masih berstatus mahasiswi dan sedang menjalani program magang di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, sudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif yang dilakukan korban hingga membuatnya meregang nyawa. Hasil penyelidikan, diduga korban sengaja bunuh diri.
Pasalnya, berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), korban sempat berkali-kali diperingatkan jika akan ada kereta api melintas. Namun korban seolah mengabaikan semua peringatan dari warga.
Bahkan secara mengejutkan, saat kereta mulai dekat, korban justru menempatkan dirinya di rel kereta api dengan posisi tiduran terlentang. Seketika kereta api Gajayana yang melintas pun menabrak tubuh korban yang membuat korban merenggang nyawa di TKP.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, diduga kuat korban memang sengaja mengakhiri hidupnya saat kereta api Gajayana yang hendak menuju Stasiun Tulungagung melintas,” kata Iptu Mujiatno, Kamis (16/11/2023).
Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan jika korban masih berstatus mahasiswa aktif dari Universitas Negeri Surakarta (UNS) Sebelas Maret. Korban seharusnya masih menjalani program magang di Kantor BPKAD Tulungagung.
Diketahui, korban menjalani program magang pada bagian vokasi akuntansi yang mana tercatat sudah menjalani program magang selama dua bulan ini. Pihaknya sendiri juga sempat terkejut saat mendengar kabar adanya peserta magang di kantornya yang tertabrak kereta api pada Rabu (15/11/2023).
“Setelah identitas korban diketahui, kami mendengar jika korban merupakan peserta magang di kantor kami. Kami juga sudah melayat ke rumah duka,” kata Galih Nusantoro.


















