“Ya itu salah satunya dengan program undian berhadiah seperti kemarin, kita juga lakukan penyisiran sektor mana saja yang berpotensi, termasuk sosialisasi,” terangnya.
Pihaknya tak menampik, jika masih ada wajib pajak yang membandel. Mereka yang membandel tersebut bukan dari pribadi tapi wajib pajak atas nama lembaga seperti contoh lahan tower telekomunikasi. Pun, pihaknya mengaku kesulitan untuk menagih pajak tersebut lantaran terkendala dengan lokasi pemilik yang berada di luar daerah.
“Memang harus kerja ekstra, karena memang luar daerah, tapi Alhamdulillah trendnya positif, sebagian sudah menyelesaikan kewajibannya,” terangnya.
Sumarno menambahkan, secara global target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp 333 miliar. Dimana jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu yakni sekitar Rp 305 miliar. “Terus kita upayakan secara optimal bagaimana PAD kita tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya.
Reporter : Sony
Editor



















