Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Memasuki awal musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung melakukan antisipasi bencana hidrometeorologi. Diketahui ada sembilan kecamatan yang rawan terdampak bencana hidrometeorologi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, Desember 2023 sudah mulai memasuki musim hujan. Biasanya pada musim hujan sendiri rawan adanya bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tulungagung.
Diketahui setidaknya ada tiga bencana hidrometeorologi yang biasa terjadi di Kabupaten Tulungagung selama musim hujan. Diantaranya seperti bencana banjir akibat intensitas hujan tinggi, angin puting beliung hingga tanah longsor yang terjadi pada wilayah pegunungan.
“Saat ini kami sudah mulai mengantisipasi terkait dampak dari bencana hidrometeorologi yang biasa terjadi saat musim hujan di Kabupaten Tulungagung,” kata Gilang Zelakusuma, Senin (4/12/2023).
Berdasarkan hasil pemetaan, bencana puting beliung biasanya terjadi di Kecamatan Boyolangu, Sumbergempol, Ngunut, dan Rejotangan. Untuk daerah rawan banjir adalah Kecamatan Pucanglaban, Campurdarat, dan Besuki.
Sedangkan untuk bencana longsor rawan terjadi di wilayah pegunungan barat Tulungagung yakni di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang. Sembilan kecamatan rawan bencana hidrometeorologi tersebut terus dipantau oleh petugas apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.



















