Jaksa lulusan SI Universitas Lambung Mangkurat dan S2 Universitas Mulawarman ini mengaku, tidak mengetahui sejak kapan sudah menyukai peninggalan sejarah. Akan tetapi, Yuda melihat secara detail sejak dahulu hingga saat ini yang sudah terbawa dan suka tentang klasik-klasik.
Dia mengingat sejak duduk di bangku SD sudah mengagumi dengan hal-hal yang unik dan antik. “Saya senang sekali ketika membagikan hingga menceritakannya tentang sejarah kepada orang lain,” beber Yuda.
Tak hanya itu, dia juga suka peninggalan sejarah di tempat tinggalnya walaupun hampir tidak ada candi, tetapi ada bangunan kuno Belanda dan sering belajar dari nilai-nilai yang terkandung di setiap situs bersejarah.
Mantan Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan ini pernah membayangkan tentang bagaimana orang zaman dahulu bisa membuat patung dari batu dengan detail dan hasilnya bagus.
“Kalau sekarang alatnya sudah canggih-canggih sekali, dulu mungkin menggunakan alat sederhana memahat dan memakai palu. Dari situlah membuat saya menjadi sangat kagum,” tambah Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.
Meski begitu, Yuda tidak setiap hari mengunjungi tempat peninggalan sejarah di Kediri. Sebab, dia mengunjungi ketika memiliki waktu senggang seperti ketika libur bekerja.
Dia juga memilih mencari lokasi terdekat untuk melihat candi maupun arca dengan menaiki sepeda motor. Awalnya, dirinya pernah datang dengan memakai mobil, tetapi akses jalannya kecil sehingga membuat kendaraannya memenuhi jalan.
“Sejak saat itulah saya memilih naik motor dari pada mobil. Maklum saja, saya memang pertama kali di sini dan tidak tahu bagaimana kondisi tempatnya,” ungkapnya.
Yuda menambahkan, dengan adanya hobinya mengunjungi tempat peninggalan sejarah tersebut sudah dianggap sebagai liburan dalam menghilangkan penat sekaligus untuk mengetahui wilayah di Kabupaten Kediri.
Dia berharap, agar ke depannya tempat peninggalan sejarah bisa terus dirawat dengan baik dan tidak boleh rusak.
“Saya senang melihat candi-candi terawat dengan baik karena sudah menjadi kewajiban untuk menjaga peninggalan nenek moyang kita,” pungkasnya.
Reporter : Rizky Rusdiyanto



















