“Jadi total anggaran yang kami pakai untuk membangun dua titik perlintasan sebidang itu Rp 600 juta yang mana masing-masing mendapat Rp 300 juta. Kalau dari Pemprov Jatim kami tidak tahu besarannya berapa, tetapi kalau idealnya minimal seharga Rp 300 juta itu,” jelasnya.
Disinggung terkait progres pembangunan, Panji mengungkapkan jika pembangunan empat palang pintu perlintasan tersebut saat ini sudah hampir 100 persen. Nantinya empat palang pintu perlintasan yang baru itu bisa mulai dioperasikan pada tahun 2024 mendatang sembari pihaknya mempersiapkan petugas jaga yang akan bertugas pada perlintasan tersebut.
Panji tidak mengetahui apakah dua titik palang pintu perlintasan dibangun Pemprov Jatim akan dihibahkan ke Pemkab Tulungagung atau tidak. Namun apabila pembanguman sudah selesai, pihaknya akan mencoba membicarakan hal itu.
“Nah kami belum tahu apakah palang pintu perlintasan dan pos jaga yang dibangun oleh Pemprov Jatim itu diberikan ke kami atau dikelola sendiri. Kalau pembangunannya sudah selesai akan coba kami komunikasikan,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















