Kendati sidang yang dilakukan Unesco masih di akhir 2024 mendatang, hal tersebut membawa angin segar bagi masyarakat Ponorogo dan para seniman Reog. Judha berharap ketika nanti sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco para seniman bisa mengembangkan reog Ponorogo secara berjenjang.
“Seperti yang diberkas kami. Bahwa ada reog dewasa, remaja anak dan paud,” pungkas Judha.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor



















