Kasus DBD di Kabupaten Trenggalek Menurun, Kematian Masih Terjadi

Setahun, Ribuan Warga Blitar Terjangkit DBD, 10 di Antaranya Meninggal
Ilustrasi

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihaknya terus melakukan upaya-upaya pencegahan. Diantaranya memasifkan peran juru kader pemantau jentik. Selain itu, Sunarto meminta kepada masyarakat untuk selalu aktif menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk minimal di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

“Seperti misalnya 3 M. Menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup bak air dan mengubur tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Kemudian abatisasi di tempat yang tidak mungkin dikuras, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Semoga langkah-langkah itu dapat mencegah kasus hingga kematian,” imbuhnya.

Upaya-upaya itu ditunjang dengan kegiatan fogging selektif yang dilakukan pemerintah. Kolaborasi apik itu diyakini bakal mengendalikan kasus demam berdarah. Sebab, dari 22 puskesmas di Kabupaten Trenggalek rata-rata terdapat kasus DBD, meskipun secara jumlah kasus cenderung mengalami penurunan.

Read More

“Untuk tahun 2023 kemarin kasus tertinggi di Kecamatan Karangan 21 kasus. Untuk puskesmas yang tidak ada laporan kasus adalah Puskesmas Bodag,” pungkasnya.

Reporter   : Angga Prasetya

Editor        :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *