Batu, SEJAHTERA.CO – Kota Batu berpotensi rawan bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah mengeluarkan SK Siaga Darurat Bencana.
Diperkirakan bencana hidrometeorologi di Kota Batu ini puncak diperkirakan terjadi hingga akhir Februari mendatang.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kota Batu, Gatot Nugroho menjelaskan jika terdapat tujuh jenis ancaman bencana di wilayah Kota Batu di antaranya, longsor, banjir, cuaca ekstrem seperti, angin kencang, puting beliung, dan pohon tumbang.
“Jenis bencana yang rawan terjadi ini sudah kami petakan sejak tahun 2022. Bencana yang paling mendominasi hingga tahun 2023 yaitu bencana longsor,” terangnya, Minggu (28/01).
Disampaikan pula jika bencana hidrometeorologi ini kemudian disusul dengan banjir bandang maupun banjir genangan saat kondisi musim hujan yang melanda wilayah Kota Batu.
“Kalau terjadi pohon tumbang itu impact dari cuaca ekstrem,” sambungnya.



















