Capaian Sub PIN Polio di Atas Target Jatim, 95 Persen Anak di Kota Kediri Divaksi

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kediri akan melakukan sweeping pada tanggal 22 sampai 28 Januari 2024 untuk menjangkau sasaran yang belum mendapatkan imunisasi. “Target kita minimal memenuhi target di Jatim yakni 95 persen dan itu sudah tercapai. Harapan Kami di Kota Kediri bisa sampai 97 sampai 98 persen,” tegasnya.

 

Menurutnya, hal terpenting dalam mencapai kesuksesan program ini ialah komitmen serta peran dari masyarakat terutama para orang tua. “Agar polio ini tidak terjangkit lagi butuh dukungan dari orang tua agar menyetujui anaknya diberikan vaksin supaya masyarakat terutama di Kota Kediri aman tidak terjangkit polio,” tutupnya.

Read More

Di lain kesempatan, Rena, orang tua balita berusia 11 bulan yang mengikuti program ini sangat mengapresiasi program Sub PIN Polio. Menurutnya, kegiatan yang telah ia ikuti di Posyandu RT 26/ RW 05 Kelurahan Bandar Lor tersebut berjalan dengan lancar.

“Saya apresiasi sekali sinergitas antara Nakes dengan kader Posyandu sangat baik. Kesiapan Nakes juga sudah bagus, kader-kadernya sudah prepare bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

Saat mengikuti imunisasi, Rena bersyukur karena anaknya sangat kooperatif diajak imunisasi, maka dari itu dirinya berharap agar anak-anak di Kota Kediri bisa terbebas dari penyakit polio.

“Kami mengucapkan terima kasih dengan adanya program ini semoga anak-anak bisa sehat tidak ada KLB (Kejadian Luar Biasa) lagi,” pungkasnya.

 

Kendati demikian, pada pembukaan PIN Polio, Senin (15/1/2024) kemarin, Pj Wali Kota Kediri menyebut jumlah target capaian bisa terus bertambah. Sebab tidak hanya anak asli Kota Kediri saja, anak dari luar daerah yang berdomisili di Kota Kediri juga harus terakomodasi vaksin polio.

“Di Kota Kediri sebanyak 33.272 anak dengan target cakupan 95 persen. Jumlah ini akan terus bertambah karena nantinya kita tidak melihat status apakah anak ini asli Kota Kediri, pendatang, ataupun tamu saat melaksanakan imunisasi berlangsung. Ini tantangan besar bagi kita untuk bisa menekan kasus polio di Indonesia,” jelas Zanariah.

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *