Jombang, SEJAHTERA.CO – Sejumlah orang mengalami luka-luka yang cukup serius usai terkena lemparan dan terjatuh hingga terinjak-injak saat berusaha merebut tumpeng alpukat dalam acara Andum 2.024 kilogram alpukat di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (18/2/2024) siang.
Acara ini merupakan bagian dari upacara desa sebagai ungkapan rasa syukur atas panen raya yang melimpah.
Sebelum acara, sebanyak 14 tumpeng mini dari setiap RT di desa tersebut diarak keliling kampung sejauh satu hingga dua kilometer sejak pagi. Tak hanya buah alpukat, belasan tumpeng mini tersebut juga diisi dengan aneka sayuran, buah-buahan, hingga makanan ringan.
Acara tersebut dipadati pengunjung yang bersiap untuk berebut tumpeng alpukat. Sementara itu setelah acara dimulai, warga pun berdesakan untuk berebut alpukat dan sebagainya.
Setidaknya empat orang atau pengunjung mengalami luka cukup serius di bagian dada, kepala, dan hidung. Itu terjadi setelah mereka terjatuh dan terinjak-injak pengunjung lain saat berusaha merebut gunungan tumpeng alpukat.
Baca Juga: Deadline Kurang Lima Hari, Ratusan CJH Belum Lunasi BBIH, Ini Kata Kasi PHU Kemenag Kabupaten Blitar
Sejumlah warga yang mengalami luka-luka tersebut langsung dibawa ke Puskesmas terdekat menggunakan mobil ambulance. Kejadian ini terjadi dalam suasana ribuan warga berebut ribuan alpukat di lapangan Desa Sambirejo, Wonosalam, Jombang, pada Minggu siang.
Penjabat (Pj) Bupati Jombang, Sugiat, mengatakan bahwa Desa Sambirejo dikenal memiliki berbagai jenis alpukat unggul, yang mayoritas ditanam oleh petani buah alpukat di daerah tersebut.



















