“Ada empat pilot operator drone yang dimiliki Dispertabun. Mereka sudah terlatih dan jam terbang tinggi hingga bisa mengedukasi dan sosialisasi penggunaan drone untuk penyemprotan tanaman,” katanya.
Ditambahkan Adi, jika ada petani yang ingin bisa dan mahir untuk jadi operator drone, pilot operator menyiapkan untuk pelatihan sampai bisa. Namun harus ikuti prosesnya dan tidak sekedar bisa namun harus ahli dan mumpuni penggunaan drone pertanian ini.
‘Penggunaan drone ini memang efisien dan cepat untuk penyemprotan dengan keluasan lahan satu hektar dalam waktu 15 menit. Ini pengurangan resiko tanaman terserang hama dan penyakit pada tanaman. Jika hal ini sering dilakukan tentu hasil panenan berlipat,’ imbuhnya. (bak)



















