Selain melalui BPBD, pihaknya juga sudah meminta Pemdes setempat agar turut membantu memberikan bantuan material bagi rumah yang terdampak. Setidaknya, Pemdes bisa membantu memberikan 10 genteng untuk setiap rumah, yang mana sisanya akan ditutup oleh BPBD Tulungagung.
“Anggaran untuk bantuan bencana di awal tahun ini sudah terkuras setelah adanya bencana yang sama pada awal bulan Februari 2024 kemarin. Kita masih mengusulkan ke Provinsi dan pusat untuk pemberian bantuan material. Makanya setidaknya pemdes juga bisa membantu,” ungkapnya.
Selain rumah yang terdampak, Tofik menyebut jika hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat kemarin juga mengakibatkan tanggul sungai jebol. Beruntung tanggul sungai yang jebol itu tidak terlalu besar yakni hanya selebar 4 meter saja yang saat ini air sungai juga surut.
Sedangkan penanganan tanggul tersebut, hari ini sudah mulai proses penutupan tanggul yang jebol itu menggunakan bambu sesek yang kemudian ditutup tanah. Pihaknya memastikan jika proses pengerjaan tanggul yang jebol itu bisa selesai hari ini agar saat kembali hujan, air sungai tidak tumpah ke permukiman warga.
“Hari ini sudah proses penutupam tanggul yang jebol itu, untungnya air sungai sedang surut, tetapi kalau hujan berpotensi naik lagi. Pengerjaan seharusnya selesai hari ini, jadi agar saat hujan, air tidak meluber ke permukiman,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :


















