Kasus Stunting Naik 1,27 Persen, Dinkes Kota Blitar Gencar Lakukan Ini

“Bukan hanya itu, ketika anak sudah lahir perkembangannya tetap dipantau. Seminggu sekali anak dan iku ke kelurahan atau lainnya untuk dicek perkembangan tubuhnya,” tambah Kepala Dinas Kesehatan dr Dharma Setiawan.

 

Dharma menambahkan lagi, stunting dalam dunia kesehatan jauh dengan gizi buruk. Indikator kasus gizi buruk yakni berat badan dibanding usia. Kalau berat badan dan usia tidak normal, bisa dibilang gizi buruk.

Read More

Selain itu, gizi buruk menjadi tempat masuk kasus stunting. Kalau di faskes ditimbang berat badannya dua kali tidak naik atau malah turun, maka balita cenderung stunting. “Nah sementara  stunting indikatornya adalah  tinggi badan dibanding usia kurang dari sebayanya. Jadi beda,” katanya.

 

Dia menambahkan untuk menekan dan mewujudkan  zero stunting harus bergandeng tangan. Dibutuhkan kerjasama semua pihak. Pemkot Blitar memberikan perhatian, sementara orang tua juga proaktif dalam menjadikan tubuh sehat.

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi

Redaktur : Gimo Hadi Wibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *