Nah, hasil temuan di lapangan didapati ada sapi yang memiliki lepuhan kaki dan mengarah ke penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain itu ada pula sapi ada nodul atau benjolam di kulitnya dan itu menunjukan gejala penyakit hewan Lumpy Skin Disease (LSD). Hasil pengecekan, ternyata sapi yang ditemukan memiliki gejala penyakit menular ini bukan milik warga Kota Blitar, tetapi luar kota.
“Akhirnya kami langsung penanganan di lapangan agar tidak menularkan ke ternak lain. Kemudian, meminta pemilik ternak membawanya pulang untuk sementara harus dikarantina atau tidak diizinkan untuk dijual,” katanya.
Perempuan berhijab ini menanbahkan, untuk penanganan pertama secara medis, sapi disuntik. Selain itu diobati dengan antibiotik agar pulih seperti semula. “Dan pengecekan ini kami lakukan berkala,” katanya. Apalagi tak lama Lebaran. Harapannya sapi yang dijual benar-benar sehat tak terkontaminasi atau indikasi LSD dan PMK.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo


















