Serapan Pupuk Subsidi Masih Minim, Hanya Cukup untuk Musim Tanam Pertama, Ini Penjelasan Dispertan Kabupaten Tulungagung

“Dua bulan kemarin serapannya masih minim, urea saja masih terserap 12,34 persen saja dan NPK baru terserap 11,10 persen. Padahal cuaca yang masih panas seperti ini, NPK akan lebih laku ketimbang urea,” ungkapnya.

 

Oky menyebut, pada Januari 2024 saja, hanya ada 7 kecamatan dari 19 kecamatan di Tulungagung saja yang sudah mengambil pupuk urea dan NPK. Namun, pada Februari 2024, mulai bertambah menjadi 16 kecamatan yang sudah menebus dua jenis pupuk subsidi tersebut meski jumlahnya minim.

Read More

Menurut Oky, minimnya serapan pupuk subsidi pada dua bulan terakhir diyakini karena faktor mundurnya masa tanam di lahan persawahan pada tahun 2024 ini. Hal itu tidak lain merupakan dampak kondisi alam yang mana turunnya hujan juga masih belum merata di semua wilayah di Tulungagung.

 

“Informasi dari petani memang terkadang terjadi hujan, tetapi air hujan itu belum mampu membasahi lahan sawah. Prediksi kami Maret ini serapan sudah mulai tinggi, karena jatah pupuk ini seharusnya habis dalam 6 bulan,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *