“Sapi betina itu saya jual Rp 6 juta, padahal idealnya bisa dijual seharga Rp 20 juta. Dari pada rugi sapinya mati, mending segera dijual,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Wates, Nyono membenarkan jika di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat juga terdapat temuan kasus PMK lagi. Penularan PMK diketahui sekitar 10 hari dan merebak cepat ke ternak lainnya.
Dalam waktu yang relatif singkat, sudah ada sekitar 50 sapi milik peternak di Desa Wates yang terdampak PMK. Kades segera melaporkan kasus PMK ini ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung dan segera direspons dengan pemberian obat-obatan.
“Pihak dinas terkait langsung bertindak, sapi yang belum divaksin dan dalam kondisi sehat langsung divaksin. Sedangkan sapi yang sakit diberi obat-obatan,” kata Nyono.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















