“Tetapi untuk menjalani prosedur operasi, bayi tersebut harus mencapai usia yang ideal yakni 8 bulan hingga 1 tahun. Rencananya operasi pemisahan dilakukan di RSUD dr. Soetomo Surabaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini menyebut, dari pemeriksaan yang dilakukan, bayi kembar siam ini memiliki organ yang normal utamanya pada bagian kepala, dada dan perut, namun terdapat beberapa bagian lain yang tidak normal.
Diketahui, kondisi fisik pada bayi kembar siam tersebut yang tidak normal yakni terletak pada bagian bokong kedua bayi tersebut yang saling menempel. Bahkan ketidak normalan itu juga terlihat pada bagian anus dan kelamin bayi itu yang mana hanya ada pada satu bayi saja.
“Kami mendapatkan bayi kembar siam dalam kondisi anus dan penis tunggal. Kami juga menemukan dua testis di skotrum utuh dan dua tidak terbentuk sempurna,” ujarnya.
Kendati hanya memiliki satu anus dan satu kelamin saja, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi kembar siam tersebut mampu buang air besar dan kecil secara baik. Namun, pihaknya masih harus melakukan skrinning ulang untuk mengetahui apakah ada kelainan pada bayi tersebut.
“Kondisinya sekarang normal, bahkan bayi itu juga sudah mulai belajar minum susu hingga 5 cc, artinya itu normal. Kami tetap terus melakukan identifikasi untuk melihat adanya kelainan atau tidak,” tutupnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















