Batu, SEJAHTERA.CO – Naiknya harga sayur mayur di pasaran mulai tak masuk akal, hal ini menjadi kegelisahan bagi para pengusaha katering di Kota Batu.
Pengusaha catering di Kota Batu saat ini harus memutar otaknya untuk konsumen yang sudah memesan jauh-jauh hari agar tetap mendapatkan kepercayaan terutama tidak sampai merugi.
Seperti yang disampaikan Ketua Pengusaha Catering Pariwisata (PCP) Kota Batu, Robey Firmansyah. Menurutnya harga sayur mayur melonjak dan tidak masuk akal.
“Tentu saja ini menjadi masalah bagi para pengusaha catering yang sudah deal memberika pelayanan jamuan makanan terhadap para konsumen, kami tahu baru saja dihantam harga beras yang naik, saat ini ditambah lagi harga sayur mayur yang semakin tidak terjangkau. Salah satu contoh, harga jagung yang semula kisaran Rp70.000 sudah menjadi Rp115.000 perkilogram,” jelasnya, Rabu (1/5/2024).
Dia menambahkan sayur mayur tidak hanya jagung, tapi sawi daging pun saat ini juga melonjak di harga Rp 10.000 perikatnya.
“Biasanya harga sawi daging per ikat kisaran Rp 5 ribu kini naik 100 persen, mau apa lagi terlanjur harus menyediakan menu yang sesuai dengan permintaan tamu, terpaksa bahan sayur harus tetap di beli dengan harga yang ada,” terangnya.
Harga sayur mayur di pasar yang ada di Kota Batu, yakni di Pasar Karang Ploso yang merupakan sentral sayur mayur sama saja.



















