“Kembang kol yang biasanya Rp 7000 perkilogram , sekarang Rp 15.000 – Rp20.000 perkilogram. Wortel dari Rp 5.500 perkilogram, sekarang jadi Rp 7.500 perkilogram. Saya tidak tau kenapa bahan-bahan ini bisa naik bergantian,” keluhnya.
Satu hal yang menjadi sebuah keheranan bagi dirinya adalah, Kota Batu dan Kabupaten Malang sama-sama sebagai wilayah penghasil sayur mayur.
Namun, mengapa harga di pasaran dirasakan semakin tidak terjangkau. Dia mengkhawatirkan adanya permainan harga yang membuat komoditi sayur mayur bisa naik setinggi itu.
“Kami berharap harga sayur mayur bisa kembali stabil sehingga tidak menyusahkan pelaku wisata di Kota Batu yang khusus berkecimpung di bidang jasa kuliner wisata,” tutupnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Dhita Septiadarma



















