Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemkab Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) tengah berupaya melakukan pengembalian sejumlah benda bersejarah milik Bumi Reyog.
Perburuan benda bersejarah tersebut dilakukan untuk koleksi dan literasi sejarah yang akan ditempatkan di Monumen Reyog dan Museum Peradaban (MRMP) yang berada di Desa Sampung, Kecamatan Sampung yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Kepala Disbudparpora, Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, benda bersejarah tersebut salah satunya yakni karya sastra dari Ronggowarsito. Seorang sastrawan besar tanah Jawa yang diketahui pernah tinggal di Kabupaten Ponorogo.
“Ternyata ada yang berada di luar negeri, di museum Belanda ada karya sastra dari Ronggowarsito dan itu tengah kita lakukan pengembalian untuk koleksi literasi yang perlu kita pikirkan juga untuk museum yang ada di Sampung nanti,” ungkap Judha kepada wartawan.
Judha menambahkan, alasan untuk pengembalian karya sastra tersebut karena Ronggowarsito pernah mengenyam pendidikan agama saat mondok di Pondok Pesantren Gerbang Tinatar milik KH Ageng Besari yang berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis.
“Kita tahu salah satu pujangga besar tanah Jawa, Ronggowarsito pernah mondok di Gerbang Tinatar, dan itu ada literasinya,” tegas Judha.



















