Labuh Laut Larung Semboyo Trenggalek, Kearifan Lokal Budaya Maritim Tetap Eksis di Era Global

Labuh Laut Larung Semboyo Trenggalek, Kearifan Lokal Budaya Maritim Tetap Eksis di Era Global

“Lewat kegiatan itu sekaligus dapat meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.

Keberhasilan dalam mempertahankan tradisi ini tidak lepas dari kekompakan dan gotong royong masyarakat nelayan Teluk Prigi. Mereka bahu membahu menyediakan tumpeng agung yang berisi hasil bumi serta sajian lainnya hingga membuat perahu untuk larung.

Partisipasi aktif dari seluruh masyarakat itu menunjukkan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian kehidupan yang tak dapat dipisahkan.

Read More

Namun menjaga kearifan lokal diera globalisasi itu memiliki banyak tantangan. Pengaruh budaya asing, perubahan teknologi hingga modernisasi sering kali mengancam keberlangsungan tradisi itu.

Namun, masyarakat Teluk Prigi menunjukkan keteguhannya dalam mempertahankan identitas budaya melalui pendidikan generasi muda tentang pentingnya tradisi ini, serta adaptasi terhadap perubahan tanpa meninggalkan akar budaya mereka.

Pelestarian budaya maritim ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah hingga pegiat kebudayaan yang melihat pentingnya mempertahankan warisan budaya sebagai aset yang berharga.

Apalagi festival-festival tahunan yang menampilkan budaya seperti misalnya labuh laut itu hingga kegiatan kebudayaan lainnya, seperti adat longkangan, festival apem dumbo hingga lebaran kupatan menjadi daya tarik wisata karena memiliki keunikan budaya.

Kegiatan itu oleh pemerintah setempat terus dikenalkan kepada dunia luar untuk menguatkan potensi daerah.

“Seperti misalnya tahun lalu ada event prigi beach carninal dan lain sebagainya menjadi ihtiar kami untuk mengenalkan budaya ini lebih luas lagi. Harapannya tentu semakin banyak wisatawan yang kesini sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Dengan keberhasilan kegiatan secara rutin saban tahun itu masyarakat nelayan Teluk Prigi telah membuktikan bahwa dengan kekompakan dan kesadaran kolektif, mereka dapat mempertahankan tradisi budaya mereka di tengah arus globalisasi.

Kegiatan adat itu tidak hanya menjadi simbol rasa syukur dan permohonan kepada alam, tetapi juga merupakan identitas dan kebanggaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

“Untuk itu kami punya kalender event sehingga kegiatan itu dapat terjadwal,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *