Menurutnya kesalahan tersebut bersifat minor, seperti halnya tabung oksigen yang tidak terisi 100 persen, hingga alat kesehatan yang tidak terpasang semestinya.
“Jika memang ada kekurangan kami berikan catatan dan desa nanti yang melengkapinya,” tegasnya.
Ia menyadari, jika mobil ambulance desa tersebut selain digunakan untuk kedaruratan juga diizinkan untuk non-kedaruratan.
Sehingga, kemungkinan besar banyak alat kesehatan yang tidak terpasang sebagaimana mestinya.
“Selain itu, petugas juga kami bekali dan upgrade tentang penanganan kegawatdaruratan, sehingga diharapkan minimal sedia dan sigap membantu pasien maupun mengoperasikan kendaraan,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo.
Editor : Gimo Hadiwibowo



















